Ini Penyebab Permintaan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus Turun


Kabar Gadget - Siapa yang tak kenal dengan Tiongkok, negara dengan presentase tingkat penyelundupan barang tertinggi. Banyak cara para penyelundup memasukan produk ilegal ke negara itu, salah satu caranya melalui kemasan kue kotak. Sebut saja penyelundupan dua smartphone terbaru Apple, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus, sejak pertama dirilis di negara tertentu, namun sudah masuk ke Tiongkok meski belum resmi.
Namun belakangan ini, tersiar kabar bahwa produk Apple, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus mendapat kendala yang mengakibatkan harga iPhone di pasar gelap Tiongkok mengalami penurunan.
Permintaan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang kian menurun itu bukan disebabkan kelemahan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus yang ternyata mudah bengkok, tapi disebabkan oleh ketatnya bea cukai masuk ke negara itu (baca: iPhone 6 Plus ternyata mudah bengkok). Hal itu menimbulkan kekhawatiran sehingga, para pengguna lebih memilih menunggu iPhone 6 dan iPhone 6 Plus masuk secara resmi ke nagara tersebut.
Akibat menurunnya penawaran terhadap barang selundupan tersebut, memaksa pihak penjual juga menurunkan harga jualnya. Seperti dikutip dari The New York Times, harga iPhone 6 selundupan yang pada saat peluncurannya bisa dijual antara 1.950 hingga 2.440 dollar AS itu kini turun menjadi 1.060 hingga 1.430 dollar AS saja.
Meski Apple mengklaim penjualan produk iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di beberapa negara sudah menembus angka 10 juta unit dalam waktu hanya 72 jam setelah peluncurannya, namun tak jelas, apakah itu sudah termasuk barang selundupan. Karena salah satu motif penjualan iPhone 6 dan iPhone 6 Plus di negara yang belum menjadi target pemasaran, adalah membeli lalu menjualnya kembali. (baca juga: perbandingan iphone 6 dan samsung s5)
Bisa jadi iPhone 6 dan iPhone 6 Plus banyak di Indonesia, dengan model penjualan seperti itu. Karena di Indonesia sendiri, dua perangkat terbaru Apple, iPhone 6 dan iPhone 6 Plus itu baru dipasarkan menjelang akhir tahun 2014.